Spreadsheet for Journalist

by dalimun

Awal Mei 2014 saya mendapat tugas dari kantor untuk mengikuti seminar dan workshop Data Journalism di Perugia, Italia. Acara ini menjadi bagian dari International Journalism Festival VIII yang digelar di tempat yang sama. Saya datang bersama seorang rekan yang juga mendapat tugas serupa.

Namun saya tidak ingin membahas pengalaman selama mengikuti acara tersebut (mungkin di tulisan lain). Saya lebih tertarik dengan salah satu tema workshop yakni Data Journalism Tools: Spreadsheet (Intermediate) dengan pembicara Steve Doig dari Walter Cronkie J-School.

Awalnya saya agak canggung mengikuti workshop ini karena embel-embel “intermediate” yang dicantumkan. Selama ini saya menggunakan spreadsheet untuk sejumlah keperluan sederhana. Jarang sekali saya menggunakan formula yang kompleks. Kalaupun terpaksa, bisa dipastikan saya harus searching di google dulu. Terakhir saya ikut kursus Microsoft Office sekitar awal 2000 (okey fine, sadar usia).

Kekhawatiran saya pun benar-benar terjadi karena workshop tersebut memang untuk level intermediate. Untung saja tidak ada ujian akhirnya :) Tapi justru dari sesi itu semangat saya muncul, untuk kembali belajar aplikasi spreadsheet yang selama ini saya anggap cuma penting untuk bagian keuangan dan SDM di perusahaan (biar selalu semangat ngitung gaji, hehe).

Di akhir acara saya sempat ngobrol sebentar dengan Steve. Dia menyarankan saya untuk mengunduh sejumlah materi presentasinya tentang spreadsheet (dalam kasus ini Microsoft Excel). Materi tersebut dirancang bagi jurnalis untuk keperluan analisis data yang dapat diunduh dari tautan ini.

Kami pun bertukar kartu nama. Begtu membaca kartu nama saya Steve agak kaget, karena menurutnya saya datang dari negara yang cukup jauh (ya iyalah, jetlag 3 hari baru sembuh pak!). Ternyata Steve pernah melakukan penelitian di Indonesia, tepatnya di Semarang. Sudah skip, tidak perlu saya lanjutkan karena obrolan berikutnya, tidak begitu penting dan tidak relevan dengan apa yang ingin saya tulis di sini.

Melanjutkan semangat saya yang masih membuncah (heh?), saya coba googling tentang panduan menggunakan spreadsheet. Saya tidak spesifik menyebut Excel, karena ada banyak aplikasi lain. Saya sendiri menggunakan LibreOffice Calc. Kenapa? Software ini berlisensi opensource, tak perlu membeli untuk menggunakannya. Software ini pun berjalan mulus di sistem operasi GNU/Linux yang saya gunakan. Tersedia pula buku panduan lumayan lengkap yang juga dapat diunduh gratis.

Namun bagi yang sudah menggunakan Microsoft Office (bukan bajakan tentunya) silakan tetap menggunakannya, karena Excel cukup powerfull untuk keperluan analisis data. Selain itu sepertinya tutorial di Internet juga lebih banyak.

Salah satu website yang menurut saya cukup membantu adalah Spreadsheetjournalism.com. Banyak best practise yang bisa menjadi acuan bagi jurnalis yang ingin belajar spreadsheet dengan berbagai kasus dan data riil.

Ada juga ebook khusus membahas penggunaan spreadsheet untuk keperluan jurnalistik. Judulnya Finding Stories With Spreadsheet. Sayang tidak gratis. Harganya US$4,99. Ebook itu ditulis oleh praktisi media sekaligus akademisi Paul Bradshaw. Dia juga salah satu pemateri di workshop data journalism yang saya ikuti, namun membahas tema lain.

Oke, sampai di sini ternyata semangat saya untuk belajar spreadsheet masih menyala :) Saya sudah menyusun menu belajar sehari-hari dari sejumlah rujukan, termasuk yang sudah saya sebutkan di atas.

Mudah-mudahan semangat terjaga dan otak masih bisa menerima, hehe. Mudah-mudahan pula saya bisa update lagi tulisan tentang spreadsheet untuk keperluan jurnalistik ini. Semangat.

Advertisements