Weblog

The only way to deal with an unfree world is to become so absolutely free that your very existence is an act of rebellion (Albert Camus)

Waspadalah!

Salah satu ciri investor yang baik adalah bisa mencintai uangnya sendiri. Lain halnya dengan calon investor ulung, konon ia justru lebih mencintai uang orang lain.

Guyonan macam begitu lazim beredar di kalangan investor yang sekarang ini rasa-rasanya tak kekurangan cara untuk membikin duitnya bertambah, berlipat-lipat.

Zaman sekarang peluang investasi sungguh banyak. Mulai dari kelas receh sampai uang berkarung-karung. Mau pilih apa?

Pasar modal, pasar uang, pasar komoditas, surat berharga, deposito, emas, serta sederet peluang lainnya tersedia dan ‘tinggal hlep’ kalau ada modal. Read the rest of this entry »

Advertisements

Langkah Besar

Godril adalah salah satu camilan favorit saya semasa kecil dulu. Biji pohon trembesi itu banyak yang jatuh berserakan tak jauh dari masjid kampung.

Menjelang asar, bersama teman-teman, saya sering memungutnya. Dikupas polongnya lantas digoreng kering untuk dimakan beramai-ramai. Rasanya sungguh gurih, tak kalah dari kuaci bunga matahari yang dijual di warung dekat sekolah.

Guru-guru saya dulu juga sering menggunakan godril dan trembesi sebagai perumpamaan dalam mengajarkan kebijaksanaan. Menurut mereka, godril dan trembesi memberi contoh nyata bahwa sesuatu yang besar tidak selalu menghasilkan yang besar pula.

Pohon trembesi yang tumbuh besar dan menjulang, cuma punya polong kecil. Justru tanaman semangka yang kecil menjalar-jalar, ternyata berbuah besar-besar.

Sampai di sini, angan-angan saya justru tertuju pada salah satu fenomena di sektor keuangan Indonesia. Beragam langkah besar yang telah dilakukan pemerintah maupun regulator, ternyata belum sanggup mengatrol tingkat literasi dan inklusi keuangan. Read the rest of this entry »

Beradaptasi

Ada kawan mengeluh, katanya hidup di Jakarta beberapa tahun terakhir membuat bulu hidungnya makin lebat. Dia percaya polusi Jakarta yang kian gawat memicu respons otomatis dari tubuhnya, beradaptasi untuk menyaring debu-debu jahat agar tak mengganggu pernapasan.

Masuk akal juga. Namun, betul tidaknya mungkin perlu dicari kajian empirisnya, meski saya yakin tak banyak orang yang mau melakukannya. Yah, biarlah dia sendiri yang menafsirkan. Lagi pula masih untung bulu hidungnya hanya beradaptasi. Coba kalau sampai berevolusi seperti teori Charles Darwin, tidak terbayang hasilnya seperti apa. Read the rest of this entry »

Kurban

Suasana penyembelihan hewan kurban di Masjid Jami' Nurul Huda, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 12 September 2016. (Shot with Fuji X20)

Suasana penyembelihan hewan kurban di Masjid Jami’ Nurul Huda, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 12 September 2016. (Shot with Fujifilm X20)

Kabotan Jeneng

Katimun, tetangga saya di kampung, barangkali tak pernah menyangka jika nama yang sudah bertahun-tahun disandangnya bakal berubah, atau lebih tepatnya diganti. Yang saya dengar keluarganya berharap nama baru bisa menjauhkan dari kemalangan hidup yang beberapa kali menimpanya. Konon Katimun kabotan jeneng, tidak cocok, karena namanya ‘terlalu berat’.

Melalui ritual bancakan yang melibatkan para tetangga dengan aneka ubo rampe yang tentu saja termasuk jenang abang putih, jadilah keesokan harinya namanya berubah menjadi Teguh. Simpel dan lumayan maskulin bagi orang Jawa. Mungkin hanya kalah tipis dari Bambang atau Joko.

Yah peristiwa itu sudah lama sekali terjadi, tetapi praktik hampir serupa rasa-rasanya masih lazim sampai sekarang ini. Tengok saja para artis atau bahkan tokoh-tokoh dunia, banyak yang punya nama lebih dari satu.
Read the rest of this entry »

Syariah

Hampir tidak ada pembicara di ajang Global Islamic Finance Forum ke-5 yang pesimistis dengan masa depan keuangan syariah kendati ekonomi global sedang terimpit. Padahal dalam forum yang digelar di Malaysia bulan lalu itu baru saja dirilis laporan yang menunjukkan melorotnya penerbitan sukuk dunia.

Islamic Financial Services Industry Report 2016 menyebutkan volume penerbitan sukuk pada 2015 anjlok lebih dari 50% karena Bank Sentral Malaysia menghentikan penerbitan reguler sukuk jangka pendek. Namun, optimisme tetap tinggi lantaran perubahan regulasi seperti Basel III maupun ketentuan Islamic Financial Services Board (IFSB) seperti IFSB-15 tentang permodalan dan Guidance Note 6 tentang manajemen risiko, bakal memacu permintaan sukuk dengan rating tinggi.

Optimisme itu juga disokong dengan data yang menyebutkan pangsa pasar perbankan syariah di 31 yurisdiksi tumbuh lebih dari 50%. Jumlah negara di mana perbankan syariah berperan penting bahkan bertambah menjadi 11 negara. Sebanyak 84% pasar sukuk global terkonsentrasi di negara-negara ini. Read the rest of this entry »

Pelit

Menurut kawan dekat saya, konon bankir-bankir sekarang ini sedang pelit bukan kepalang. “Sudah lama tidak ada undian berhadiah, tidak ada lagi hadiah macem-macem,” ujar kawan saya yang punya beraneka ragam buku tabungan itu, yang entah berapa saldonya.

Di masa seperti sekarang ini, mungkin wajar para bankir itu ‘pelit bin medit’ dalam menyusun kebijakan banknya. Biaya operasional dan segala macam beban harus terus ditekan demi pengiritan. Apalagi bank-bank besar yang apes kena pembatasan suku bunga deposito. Mau tak mau, hal remeh temeh, seperti kata kawan saya, ikut dicukur.

Di lain pihak, seretnya penghimpunan dana masyarakat khususnya deposito, juga membuat keran penyaluran kredit harus dipasangi filter biar tak mbleber ke sektor-sektor yang angsurannya sering telat. Read the rest of this entry »